Jangan Gunakan Ponsel Lebih Setengah Jam

Published on Mei 20, 2010 by   ·   No Comments
Share This Post To :

Pengggunaan ponsel dalam waktu yang lama setiap hari berisiko meningkatkan sel pemicu kanker otak.” Demikian hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang diumumkan di New York, Amerika Serikat, Ahad (16/5).

Hasil penelitian kanker WHO menunjukkkan, pengguna telepon seluler atau ponsel lebih dari 30 menit berisiko mengaktifkan glioma atau penyebab tumor otak jinak, dibandingkan pengguna yang memperbanyak frekuensi jumlah panggilan telepon.

Sedangkan hasil penelitian beberapa lembaga Internasional dalam jurnal medis International Journal of Epidemiologi, menyanggah laporan tersebut. Dinyatakan, keterkaitan ponsel sebagai salah satu pemicu kanker ataupun tumor otak belum terbukti secara meyakinkan.

Seperti ditulis dalam jurnal tersebut, sejumlah penelitian yang berlangsung selama 10 tahun–melibatkan 13.000 relawan, menemukan bahwa penggunaan handphone tidak meningkatkan risiko pengembangan sel meningioma. Termasuk, tidak meningkatkan faktor penyebab tumor jinak ataupun sel glioma, penyebab kanker langka dan mematikan.

Bahkan, sejumlah penulis jurnal yang tidak ingin diidentifikasi mengkritik “hasil penelitian yang bias dan salah bisa menyebabkan interpretasi keliru” dan secara langsung akan menyalahkan handphone penyebab tumor otak. Namun, mereka mengakui masih ada kemungkinan ketidakakuratan dalam mensurvei beberapa fakta.

Seperti membandingkan seberapa banyak pengaruh penyakit bila pengguna menelpon secara langsung dengan yang memakai handfree atau fasilitas kabel koneksi tambahan. Bahkan, sejumlah peneliti mengaku belum mengetahui efek membawa ponsel di dalam saku, ataupun menaruhnya di samping tempat tidur saat beristirahat.

Para penulis mengakui ketidakakuratan mungkin dalam survei dari fakta bahwa para peserta diminta mengingat seberapa banyak mereka mempergunakan telinga saat memakai ponsel selama satu dekade terakhir. Hasil untuk beberapa kelompok menunjukkan penggunaan ponsel benar-benar muncul untuk mengurangi risiko pengembangan kanker, sesuatu yang oleh peneliti digambarkan sebagai “tidak masuk akal”.

Penelitian yang diterbitkan International Journal of Epidemiologi, meupakan kompilasi penelitian di 13 negara, termasuk Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Hingga kini dari seperempat total dana penelitian US$ 24 juta atau sekitar Rp 216 miliar yang diperlukan masih didanai oleh industri telepon seluler.

Namun, WHO dengan tegas menyatakan sekalipun didanai oleh produsen handphone, indepedensi ilmuwan tetap dijamin. Bahkan, dilindungi atas hasil penelitiannya.

Sementara, kelompok industri mobile menyatakan mendukung penuh apa pun hasil penelitian. Industri ponsel juga memeperhatikan keselamatan penggunaan telepon genggam secara serius. Mereka pun berkomitmen kuat mendukung penelitian ilmiah yang sedang berlangsung. Rencananya, para peneliti akan berkumpul dan membahasnya dalam Forum Produsen Telepon Selular di Jenewa, Senin ini.

[sumber: liputan6.com]

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Random Posts :
Readers Comments (0)




Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

*

Using this site indicates that you have read and accept our TERMS. If you do not accept these TERMS, you are not athorized to use this site