Cinta tak nyata

Published on September 4, 2009 by   ·   No Comments
Share This Post To :

Dulunya aku berfikir kalo cinta dunia maya itu mungkin lebih abadi dari dunia nyata, karena saat itu aku beranggapan kalo cinta dunia maya itu adalah cinta yang tidak pernah melihat harta maupun bentuk fisik. oleh karena pemikiran sederhana tersebutlah aku pernah memberanikan diri untuk menjalani cinta dunia maya yang tak pernah nyata. dan pemikiran yang waktu itu aku anggap benar ternyata keliru.
Tepatnya sekitar satu tahun yang lalu, aku mencoba untuk menjalani cinta tak nyata di dunia maya dengan seorang cewe bernama **** (cukup aku yg tau namanya aja), pada waktu itu aku kenalan sama dia lewat media komunikasi online berbasis chat di iRC network. Pada awalnya sih biasa biasa aja, ya Cuma sekedar kenalan dan obrolan di dunia chatting, dan pada akhir perbincangan karena dia udah mau off kami pun tukeran nomer HP.
Dari berawal pada tukeran no HP tadi kami mulai smsan dan smsan (tidak pernah telpon-pelponan, bahkan sampai sekarangpun aku tidak pernah mendengar suara dia sepatah katapun). kurang lebih seminggu berlalu kami memberanikan diri untuk jadian, entah itu serius atau tidak yang penting kami udah memulai petualangan cinta di dunia maya, Dan dari sinilah semua dilema cinta ini dimulai.
Pembaca pasti berfikir kalo cinta yang kami jalani itu Cuma main-main dan tidak serius, ya pada mulanya memang benar kalo aku sandiri Cuma iseng-iseng, tetapi semakin kesininya ternyata cinta itu memang benar-benar ada. Dan semakin lama cinta itu semakin besar (dari hati aku, gak tau kalo dari pihak kedua), dan hari berganti hari, bulanpun berganti bulan kami juga sempat mengalami yang namanya putus nyambung putus nyambung.
Hingga pada suatu ketika kami benar-benar putus dan sampai sekarang gak nyambung-nyambung lagi. terus terang sampai sakarang aku masih berharap bisa nyambung. karena sampai sekarangpun rasa itu gak pernah hilang
Berpisah dengan orang yang pernah kita cintai memang sangat menyedihkan. Perasaan menjadi terombang-ambing, emosi menjadi tidak terkendali dan kadangkala tindakan kekerasan dapat dilakukan terhadap orang lain sebagai pelarian rasa sakit.
Namun sebenarnya hal-hal negatif tidak perlu terjadi, asalkan aku lebih dapat mengontrol emosi serta merenung sejenak. Bahkan mungkin hubungan aku bersamanya dapat berakhir sebagai teman setelah cinta kami berdua usai. Tapi kami putusnya bisa di bilang dengan cara kurang baik, dan dari itu lah penyesalan terbesarku. karna pada akhir hubungan kami aku sempat memaki2 dia dengan kata kata yang cukup menyakitkan hatinya, tapi aku gak tau kenapa aku sampai mengeluarkan kata kata yang demikian, aku tau kalo Ketika aku lontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata -kataku itu meninggalkan bekas seperti lubang di hati orang lain. aku bagai menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali aku meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan, luka kerana kata – kata adalah sama buruknya dengan luka berdarah. Tapi yang aku masih penasaran sampai sekarang adalah dia gak pernah ngasih alasan yang jelas kenapa dia itu mutusin aku, dia cuma bilang kalo dia mengidap suatu penyakit yang aku sendiri gak tau itu penyakit apa sampai sampai dia tega mutusin aku, tapi entahlah,, mungkin ada alasan lain yang cuma dia dan tuhan yang tau. yang pasti sekarang aku selalu berdoa untuk kebahagiaan dia.
aku mencoba percaya kata kata orang yang katanya kalo cinta itu gak haris memiliki, cukup melihat dia bahagia kita harus bisa ikut bahagia walaupun dia bersama orang lain.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Random Posts :
Readers Comments (0)




Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

*

Using this site indicates that you have read and accept our TERMS. If you do not accept these TERMS, you are not athorized to use this site